Smart Hebat Hemat. Tagline itu mungkin sering didengar baik di radio, televisi, maupun koran dan majalah. Saking hebatnya, saat mengakses internet Smart siap-siap diperingati oleh polisi. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa lama Smart mampu mempertahankan kehebatannya ?

Mari kita bahas.
Smart bermain sendiri di frekuensi 1900 Mhz. Meski statusnya CDMA, namun dengan EVDO (Evolution Data Only) yg setara dengan 3.5G untuk operator GSM, internet Smart boleh dikatakan hebat. Speed yang ditawarkan up to 3.1 mbps. Pertanyaan saya adalah berapa kapasitas bandwidth maksimum yang dimilik Smart Telecom dalam satu BTS ? Juga seberapa banyak client yg boleh mengakses jaringan di dalam satu BTS?

Dengan asumsi 1 BTS menyediakan kapasitas BW sebesar 10 mbps, maka logikanya hanya ada 3 client saja yang bisa mendapatkan kecepatan maksimum 3.1 mbps. Itu artinya kalo lebih dari 3 client sudah barang tentu kecepatan maksimum tidak bisa digapai. Dengan asumsi kecepatan berbagi sama rata, maka untuk 10 client hanya mendapatkan lebih kurang 1 mbps. Hitung sendiri bila client yg mengakses bersamaan mencapi angka 100. Ini belum dihitung kecepatan yang hilang karena layanan ditransfer melalui udara terbuka yang notabene sangat dipengaruhi kondisi alam. Tentu berbeda dengan akses internet yang melalui kabel.

Sebab itu, operator GSM yg memberikan akses internet mobile broadband, tidak berani memberikan akses internet yang betul betul unlimited. Dengan alasan untuk menjaga stabilitas jaringan, mereka memberikan quota tertentu untuk mendapatkan kecepatan tinggi. Bila melebihi quota, maka kecepatan otomatis dipenggal. Dengan kata lain, jatah BW yg dimiliki juga terbatas. Hehehehehheee …

Kembali ke Smart yang hebat dan hemat, saya belum memiliki informasi resmi seberapa besar jatah BW yang dimiliki. Bila jatah BW yg dimiliki Smart Telecom memang besar, tentu tak akan menjadi persoalan. Namun bila terbatas, tentu Smart Telecom harus bertindak cerdas untuk menghemat BW namun tetap bisa memberikan layanan yang hebat.

Dari sesi tanya jawab saat launching layanan EVDO Smart Telecom di Hotel Horison Palembang, Selasa (9/1) malam lalu, saya berkesimpulan jatah BW Smart juga terbatas. Namun dengan teknologi yang diterapkan, pihak Smart berusaha menjaga kecepatan akses internet yang dimiliki. Dari penjelasan yang saya tangkap, bila 1 BTS sudah mencapai client maksimum, maka bila ada client tambahan yang mencoba mengakses, otomatis akan dialihkan ke BTS terdekat. Dengan begitu, client akan tetap bisa mengakses layanan internet dengan baik. Pertanyaan saya, apakah karena itulah akses internet Smart sering putus sambung ?

Pengalaman saya, sudah 3 minggu ini, akses internet Smart kerap putus nyambung. Di beberapa tempat, cukup banyak client yg tidak bisa tersambung lagi dengan jaringan Smart meski sudah melakukan dial berulang kali. Saya termasuk beruntung. Meski kerap terputus, namun segera reconnect dengan smooth. Saya baru menyadari kalo internet putus sambung setelah melihat log (catatan) koneksi saya yang ternyata telah mengalami perubahan IP Public beberapa kali. Untung pada saat itu saya tidak sedang mengakses situs yang punya kebijakan khusus soal IP yang berubah-ubah dalam waktu yg singkat. Takutnya nanti dianggap sedang melakukan kegiatan ilegal terhadap situs tersebut.

Kesimpulan saya, untuk pemakaian yang wajar dan bijak, akses internet yang dimiliki Smart Telecom saat ini sudah memenuhi kebutuhan saya. Dengan kualitas layanan yang diberikan serta harga yang ditawarkan, Smart Telecom menjadi pilihan yang cocok. Tentu harapan saya, Smart Telecom mampu meningkatkan kualitas layananannya. Melalui tulisan ini, saya juga berharap pengguna internet melakukan aktifitas yang bijak dan wajar. Think Smart !