Jaaahhh … keren amat judul postingan kali ini .. ! Ada apa sich dengan plagiat, harga diri dan kejujuran ? Jrennnkkk … mari kita mulai.

Kemaren pagi, sekitar pukul 09.24 pagi, saya buka Plurk —salah satu situs social networking yang saya ikuti— di time line saya ada PLurk dari andisaleh yang mempertanyakan kemiripan situs miliknya di andi.saleh.web.id dengan situs milik Dodi Reza, calon anggota legislatif DPR RI di www.dodireza.com.

Jahhhhh … apa pula itu ? Mengapa bisa terjadi ..  ? Bila yg punya situs bertanya-tanya, bisa jadi orang yang bikin situs tuan dodi gak minta izin atau minimal belon ngasih tau kalo situs andisaleh sudah dijadikan inspirasi untuk pembuatan web buat tuan dodi.

Perkara inspirasi … semua bisa dijadikan inspirasi … ! Melihat langit pun bisa dijadikan inspirasi untuk membuat sesuatu. Bahkan perang hebat di jalur gaza pun mampu menginspirasi dan menggugah  … untuk membuat sebuah lagu. Nah … yang menjadi persoalan adalah buah dari inspirasi itu dipergunakan untuk apa. Bila untuk dinikmati bersama alias dibagi-bagikan secara gratis … menurut logika saya tidak akan menjadi persoalan yang berarti.

Contoh 1: 
Seorang ibu melihat pelangi. Dari situ, si ibu terinspirasi lantas membuat kue lapis warna warni yang sangat enak. Dan karena senang telah berhasil membuat kue lapis yang enak, si ibu lantas membagi-bagikannya kepada tetangga. 

Contoh 2:
Seorang ibu melihat pelangi lantas terinspirasi membuat kue lapis dan sangat enak. Si ibu lantas menjual kue lapis tersebut di warung miliknya dan ternyata laku keras. Sedikit keuntungan dari hasil penjualan kue lapis, si ibu mengeluarkan infaqnya.

Ada perbedaan kejadian dari kedua contoh di atas namun ada kesamaan. Kasus pada contoh 1, si ibu membagi-bagikannya kepada tetangga sebagai wujud rasa syukur karena kue lapis itu bisa ada bukan karena kehebatan dirinya sendiri. Pada contoh 2, si ibu menjualnya sebagai ajang bisnis namun tak lupa menyisakan sedikit keuntungan untuk dikembalikan kepada sang pencipta sebagai tanda syukur. Si ibu menyadari bahwa kue lapis itu ada karena melihat pelangi. Dan pelangi itu punya sang pencipta. Sebab itu, sebagai tanda syukur si ibu rela berbagi.

Nah … dari tulisan di awal posting, menurut asumsi saya bisa mempraktekkan seperti dua contoh di atas. Pertama, tentu tidak sulit untuk menghubungi si empunya situs sekedar bertata-krama bahwa situs miliknya dijadikan acuan untuk membuat sebuah web yang baru. Dan … tidak ada salahnya juga memberikan sedikit keterangan di footer yang menjelaskan bahwa situs ini dibuat karena terinspirasi oleh situs si anu. Selesai.

catatan:
Ooo iya … kasus tersebut sudah selesai. Yang bikin web tersebut sudah menghubungi andisaleh dan menyatakan bersalah serta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.  Marilah kita mengambil ilmu dari kejadian tersebut. Jangan sampai kita di cap sebagai seorang plagiat. Jadilah pribadi yang punya integritas, punya harga diri dan selalu menjunjung tinggi kejujuran … Vote for Ardy being Calon Legislatif DPR RI … Loh …. ?

Eeee … denger2 … in denger2 loh. Saya gak denger langsung sich. Saat wawancara di radio Trijaya FM hari ini, ada yang bilang kalo andisaleh merupakan salah satu bagian dari tim dalam pembuatan situs tersebut. Wah .. dagelan apa pula ini. Perlu saya luruskan … andisaleh tidak menjadi bagian atau tim dari pembuatan situs tersebut. Tadinya … saya dan andisaleh memang berniat membuat proposal dan mengajukannya kepada dodi reza soal pembuatan web tersebut. Itu sekitar bulan Desember 2008 lalu. Namun karena ada sesuatu dan lain hal, kami tak jadi mengajukannya. Itu saja … !

Please … jadilah pribadi yang jujur dan bertanggung jawab .. !