Lirik Lagu D’Masiv – Jangan Menyerah
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Back to Reff 1
Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa
——
catatan:
terlepas dari berbagai isu miring soal tuduhan plagiat, namun lirik lagu ini memiliki makna buat saya.



Ya .. sejak kecil, saya beserta orangtua tinggal di rumah nenek. Sekitar 25 tahun, saya menjadi salah satu penghuni dari rumah peninggalan Belanda yang berada di kawasan yang asri. Pohon-pohon flamboyan besar memayungi rumah membuatnya sejuk dan teduh. Tanpa pagar. Yang ada hanya pohon bambu sebagai pembatas antar rumah. Halamannya begitu luas. Merah daun flamboyan kerap menutupi hijau rumput di halaman. Bau daun cemara begitu segar dan bersih. Keperkasaan pohon bungur membuatnya makin terlindungi. Di belakang rumah yang memiliki tujuh kamar itu, saya bisa memetik sepuasnya buah rambutan, mangga, pisang, bahkan buah nangka dan kelapa muda. Sayang tak ada buah durian.
Terus terang, saya benar-benar bingung mengenai mekanisme mengurus perpindahan sekolah dari satu sekolah dasar ke sekolah dasar lainnya di wilayah Kota Palembang. Bila prosedurnya jelas, tentu akan mempersingkat waktu dan bisa mengerjakan urusan lain. Jadi tidak bolak-balik ke sana kemari hanya untuk satu perkara.
Sriwijaya FC berhasil mempertahankan gelar juara Copa Indonesia 2009. Di partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, SFC Palembang berhasil membungkam Persipura melalui gol yang dibuat oleh Obiora di menit 51 melalui sundulan kepalanya.

