dan hati ini pun bergetar …
coba perhatikan dan simak klip berikut …
di rabu pagi ini, dan hati ini pun bergetar. tadinya saya tak percaya bahwa klip tersebut merupakan salah satu produk iklan. namun penggalan kalimat, acting para modelnya, script, lighting, dan semua yang ada di klip tersebut tersusun demikian apiknya… membuat hati ini bergetar … jiwa ini terbangkitkan !
klip tersebut diupload ke youtube sudah hampir satu tahun yang lalu. sudah cukup lama memang. namun pesan yg disampaikan dalam klip tersebut sungguh universal. dan saya mendapatkan link tersebut setelah mampir ke blog ndorokakung …
“why am I different from others”
“why do you have to be like others”
well … kalimat pertama sepertinya kerap diucapkan oleh mereka yang sedang terpuruk atau memiliki kekurangan bila dibandingkan dengan manusia pada umumnya …
“mengapa saya berbeda dengan orang-orang itu ?”
pertanyaan sederhana namun sarat makna. mereka yang merasa terpinggirkan, mereka yang tersakiti, mereka yang terpuruk, bisa jadi akan menjadikan kalimat tersebut sebagai ungkapan rasa yang bergolak di dalam jiwa !
dan jawaban untuk semua itu juga cukup sederhana. “mengapa kamu ingin menjadi seperti orang lain ?”
iya .. orang lain itu bukan anda … anda adalah anda … dan mereka adalah mereka … anda tak perlu menjadi seperti mereka. karena di dalam diri anda punya satu potensi yang bisa jadi tak dimiliki oleh orang lain.
tutuplah mata anda … dan bukalah hati anda … maka anda akan melihat dunia ini tersenyum !






Ya .. sejak kecil, saya beserta orangtua tinggal di rumah nenek. Sekitar 25 tahun, saya menjadi salah satu penghuni dari rumah peninggalan Belanda yang berada di kawasan yang asri. Pohon-pohon flamboyan besar memayungi rumah membuatnya sejuk dan teduh. Tanpa pagar. Yang ada hanya pohon bambu sebagai pembatas antar rumah. Halamannya begitu luas. Merah daun flamboyan kerap menutupi hijau rumput di halaman. Bau daun cemara begitu segar dan bersih. Keperkasaan pohon bungur membuatnya makin terlindungi. Di belakang rumah yang memiliki tujuh kamar itu, saya bisa memetik sepuasnya buah rambutan, mangga, pisang, bahkan buah nangka dan kelapa muda. Sayang tak ada buah durian.
Terus terang, saya benar-benar bingung mengenai mekanisme mengurus perpindahan sekolah dari satu sekolah dasar ke sekolah dasar lainnya di wilayah Kota Palembang. Bila prosedurnya jelas, tentu akan mempersingkat waktu dan bisa mengerjakan urusan lain. Jadi tidak bolak-balik ke sana kemari hanya untuk satu perkara.





