salah satu kategori fotografi yang saya suka adalah macro photography yaitu teknik fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi. dibutuhkan kesabaran dan ketenangan bathin –eeaaaa– untuk mendapatkan hasil foto yang menarik. jangan coba-coba memotret macro saat ‘bad mood’. dijamin dah… hasil fotonya akan amburadul. foto yang diinginan gak diperoleh, takut-takutnya peralatan fotografi yang disalahkan. hehehehhehee …
tak perlu kamera dan lensa mahal untuk mendapatkan hasil foto macro yang bagus. namun, punya lensa khusus macro merupakan nilai tambah. saat ini, untuk memotret macro saya menggunakan kamera Sony Alpha 330 yang dibeli Maret 2010. lensanya pun standar standar saja yaitu lensa kit 18-55mm. untuk mendapatkan hasil optimal karena menggunakan peralatan standar, saya tambahkan filter closeup +8 yg dibeli seharga 100rb-an. untuk hasil yg agak bagusan dikit, bolehlah menggunakan filter Raynox DCR-250 yg bisa ditebus dengan harga di kisaran 1jt an.
sedikit tips dan trick untuk mendapatkan hasil yang bagus, cobalah hunting macro pada pagi hari sekitar pukul 06.00 – 08.00. di waktu itu, serangga atau binatang kecil yg umumnya menjadi objek foto sedang malas bergerak. ini akan memudahkan kita untuk menjepret aktivitas mereka. di luar waktu itu, seranga sudah mulai aktif. bila ngotot menjepret mereka juga, please … banyak2 bersabar yaa …
ini ada beberapa foto sederhana hasil hunting macro menggunakan peralatan standar di kawasan semak-semak depan Dekranasda Jakabaring – Palembang. belum sanggup buat beli lensa macro beneran.
semoga berkenan ya.
Tags: Komunitas Fotografi Musi, macro, Palembang, photography, raynox, raynox DCR-250, sony alpha 330, sony lens




Tonal yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh gear yang dipakai. Ini yang bisa saya ambil pelajaran dari komposisi warna yang ada di foto anda. Bening dan tegas.