Sabtu (24/5) kemaren, saya sempat berbincang dengan Rizki Prayudi, Corporate & Community Supervisor Smart Telecom RBO Sumatera Selatan saat menghadiri ulang tahun Radio Trijaya di Palembang Indah Mall. Yang diperbincangkan apalagi kalo bukan seputar koneksi internet. Sebagai seorang blogger, saya tentu sangat berkepentingan bila ada peluang untuk mendapatkan internet murah. Kalo yang mahal sich banyak. Gak usah dibahas.

Hingga tulisan ini dibuat, saya agak memandang sebelah mata kepada Smart Telecom. Bukan apa-apa, saya juga pernah mencicipi koneksi data menggunakan Smart Telecom. Di Palembang, kecepatan yang diperoleh gak lebih dari 64 kbps. Jarang bisa tembus ke 153 kbps seperti yang diumbar di selebaran, iklan, dan media promosi lainnya. Dan itu saya ungkapkan kepada beliau.

Mendengar ini, Rizki tersenyum. Menurut dia, Smart berbeda dengan provider CDMA lainnya (wah bahasa marketing nech ?). Dan di bulan September 2009 ini, beliau memastikan bahwa saya akan memiliki pandangan berbeda mengenai Smart. Nah … ?  Dikatakan, saat ini di Palembang, Smart Telecom sedang melakukan uji coba koneksi data via EVDO rev A. Teknologi ini baru pertama kali diterapkan di Indonesia dan tercatat di MURI ( Museum Rekor Dunia Indonesia ) dalam kategori “yang pertama” di Indonesia, sebagai “Operator Telekomunikasi CDMA Pertama Yang Meluncurkan Teknologi EV-DO (Evolution Data Only) Rev.A untuk Telekomunikasi Nirkabel Secara Komersial”. Kecepatan donwload bisa mencapai 3.1 Mbps sedang kecepatan upload mencapai 1.8 Mbps. Dan untuk menikmati fasilitas itu, cukup dengan membayar Rp 150.000 per bulan. Wah .. keren … !

smart-telecom

Pertanyaan saya, apakah pihak smart ‘membatasi’ jumlah client saat berada di salah satu BTS.  Bila iya … maka kecepatan maksimal bisa jadi akan diperoleh. Namun bila BTS tetap terbuka menerima client laen, kecepatan tentu akan berpengaruh, Lah .. jatah 10 orang diperebutkan oleh 100 orang misalnya … ! Artinya … sama seperti provider lain, semakin banyak yang mengakses, maka kecepatan pun semakin turun … !