Mari Bersyukur …
Hingga detik ini, otak saya masih waras. Meski masih juga punya pikiran yang gak bener, tapi paling tidak itu tidak berujung ke perbuatan. Cuma … tetap saja pikiran itu membuat kepala sakit. Jadi rugi sendiri dah … Soale … kalo kepala dah berat, pekerjaan laen juga bisa tertunda. Dan ujung-ujungnya jadi malas … rugi dah … !

Saya juga masih punya kaki dan tangan yang kuat. Jantung saya masih normal. Tidak berdebar melebihi debaran yang seharusnya. Tekanan darah di tubuh saya tidak tinggi juga tidak rendah. Kencing juga masih normal tidak dikerubuti semut … Wajah saya meski gak ganteng2 amat tapi licin, bersih, dan terawat.
Saat ini, tidak tidur di bawah kolong jembatan. Masih ada kasur yang empuk. Meski gak punya AC karena tegangan listrik gak cukup tapi ada kipas angin. Kalo lagi sumpek, masih bisa nonton TV 29 inch. Kemana-mana ada kendaraan yang siap ditunggangi. Dan yang pasti masih bisa nge-blog pake Compaq Presario V3908 dengan RAM 2GB sambil menyeruput secangkir kopi panas dan sepiring mie goreng … haallaaahhhhh …
Dan kehidupan itu memang penuh warna. Semua kita berbagi peranan. Bahkan kita bisa bertukar peran. Pada gilirannya, ada orang lain yang juga memainkan peran tersebut. Ada yang merasa cocok dengan peran yg saat ini sedang dimainkan, namun tak sedikit yang merasa sedih dan tersiksa. Sebab itu, syukuri dan nikmatilah peran yg saat ini sedang kita mainkan.





June 16th, 2009 at 16:26
Setuju dengan kesimpulannya mas. Namun tidak setiap orang mampu memaknai perannya dengan baik. Kebanyakan malah sebatas rutinitas tanpa ruh. Bener nggak yach…
June 16th, 2009 at 20:42
wah …
kalo sudah menyangkut orang laen, sungguh … saya tidak tahu. cuma, apa yang dialami oleh orang laen sungguh pelajaran yang teramat berharga buat saya.
contoh, saya pernah baca di koran ada orang yang rela mengeluarkan uang hampir 1 milyar hanya untuk mendapatkan satu buah gigi yang digadang-gadang mirip dengan gigi asli. dan orang tersebut rela mengeluarkan 3 milyar hanya untuk mendapatkan 3 buah gigi palsu. di sini, saya merasa sangat bersyukur. 32 gigi saya ini ternyata kalo ilang itu artinya saya menderita kerugian minimal seharga 32 milyar.
belum lagi saya mendengar ada orang yg bocor jantungnya. dan untuk menyembuhkan sakitnya itu, mereka telah menghabiskan biaya perawatan menyamai harga 1 unit mercedez C Class. di sini, kembali saya sangat berterima kasih. seandainya saya juga mengalami hal yg sama, dimana saya harus mencari uang sebanyak itu.
jadi … bila tubuh saya ini mau dinilai dengan rupiah, bisa mencapai ratusan milyar, atau bahkan triliunan …
June 16th, 2009 at 23:59
Alhamdulillah…
Terkadang kita memang begitu….terlalu bernafsu…pun itu juga baik bila kadarnya bisa di takar dan sesuai sebagai ‘bensin’ untuk membakar semangat hidup….
Syukur…masih bisa ngeblog….kayak temanku, punya lapie harganya hampir 9 cuma buat nyimpan file doang plus ngetik dikit2 aja. Punya koneksi speedy cuma buat game online doang…duh…mubazir amat yaaa…! Coba aku yg gitu….
June 17th, 2009 at 06:45
benar sekali om … semua harus disyukuri dengan ikhlas … apapun bentuknya … terkadang diri kita ini sering terlena dengan di luar sana …
June 17th, 2009 at 09:53
aku cuma mencoba menyadari bahwa apa yg dimiliki saat ini sepenuhnya karena pertolongan tuhan. itu saja. bisa punya apa saja itu karena tuhan yg kasih kemudahan. lagi kondisi sulit sekalipun bisa menjadi bahan introspeksi untuk lebih meningkatkan kualitas diri.
June 17th, 2009 at 09:57
Di situlah tanda kesetiaan teruji. Hakikat perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan. Hakikat hidup kita adalah beramal menebar kebaikan. Marilah kita menanam amal kebaikan untuk kita panen di kampung akhirat kelak.
June 17th, 2009 at 13:36
beneeer banget!! gw stuju!
June 17th, 2009 at 15:22
perfect mas!
ini yang paling fatal! tapi celakanya yang paling fatal ini lah yang paling sering saya lupain!
thx u banget udah ngingetin.