“Maaf, jangan difoto terlalu fokus !”

teh-kotak

Saya kaget mendengar ucapan tersebut. Lah … koq saya gak boleh memotret dengan fokus ? Kalo gak fokus, objek yang saya foto bisa buram donk. Bila buram, tentu penikmat foto akan protes. Apalagi yang mau saya foto ini adalah manusia. Kan gak lucu kalo cuma idungnya doank yg keliatan.

Ooo iya … kejadian itu terjadi saat saya sedang memotret dua wanita penjaga stand (sales promotion girl)  Teh Botol Sosro dalam acara Festival Sriwijaya yang digelar di Dekranas Jakabaring Palembang, Rabu (17/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Yang menyampaikan ucapan itu adalah seorang laki-laki yang mungkin orang yang bertanggung jawab pada stand tersebut. Tentu saya balik bertanya kenapa tidak boleh memotret dengan fokus.

saya: maaf, ada larangan untuk tidak memotret di stand ini ya. kalo iya … maaf saya tidak tahu.
staf: oo bukan. bukan tidak boleh. jangan memotret terlalu fokus.

saya: maksudnya tidak fokus ?
staf: jangan memotret kita terlalu dekat. kalo dari jauh boleh.

saya: wah, saya tidak memotret anda koq. yang saya potret dua wanita itu koq.
staf: ya … tidak boleh memotret terlalu dekat.

karena gak mau memperpanjang persoalan tersebut, saya memutuskan menjauhi tempat tersebut. Pertimbangan saya, dua wanita yang saya potret bisa jadi hanya dikontrak sebagai penjaga stand selama acara tersebut berlangsung. Bila saya terlalu ngotot, bisa jadi kontrak dua wanita tersebut tidak diteruskan alias diberhentikan. Nah, kalo itu yang terjadi, tentu saya sangat merasa berdosa sekali. Takutnya, gara-gara saya potret bisa hilang pekerjaan mereka.

Cuma, sewaktu menjauhi stand tersebut, benak saya bertanya-tanya. Kenapa ya orang itu melarang saya memotret dua wanita itu dari jarak dekat. Sedangkan sewaktu saya memotret display produk di stand tersebut tidak begitu dihiraukan. Saya kan lagi menggunakan kamera pocket Sony Cybershot DSC-S730 yang kemampuannya sangat terbatas. Kalo gak dari jarak dekat, bisa rusak hasil fotonya. Aaaaaa … andai saya punya Sony A200 dengan lensa 75-300mm, tentu kejadian tadi gak perlu ada. Bahkan yang dipotret gak sadar kalo senyum manisnya sedang diabadikan.

Penasaran kan mana objek yang saya foto. Sengaja tidak saya tarok di sini. Anda bisa melihat perbedaan ekspresi mereka saat saya ambil secara candid dan setelah mereka tahu kalo difoto. Dan ini foto dua wanita dimaksud setelah saya lebih dekat dengan mereka. Sepeninggal saya, tak tahu apakah mereka masih menyisakan sedikit senyum atau malah balik lagi seperti di foto pertama. Bisa jadi, mereka merasa sangat kecewa karena sesi untuk bergembira begitu cepat berlalu. Mungkin …