Saya kerap ditawari berbagai produk asuransi, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi kematian, asuransi pendidikan, dan beragam asuransi lainnya termasuk asuransi dengan embel2 investasi dengan benefit hingga ratusan juta rupiah bila tidak ada claim selama masa pertanggungan.
Dalam 1 tahun terakhir ini, telemarketing kartu kredit pun ikut-ikutan menawarkan produk asuransi namun dengan bahasa yang berbeda. “Bapak, kami menawarkan sebuah produk tabungan dengan membayar sekian rupiah per bulan. Benefit yang bapak dapatkan adalah, selama masa program, bapak akan dilindungi polis asuransi kesehatan sebesar hingga mencapai 1 juta per bulan,”
wah .. wah .. wah … keren juga bahasanya. menawarkan produk tabungan dengan mendebet jumlah tertentu dari tagihan kartu kredit dan mendapat bonus asuransi kesehatan mencapai 1 juta per bulan.
Namun jawaban saya selalu sama, maaf bapak … ibu … saya betul2 tidak tertarik. Dan itu akan dijawab dengan kalimat “tapi bapak, ini produk yg berbeda, izinkan kami menyampaikannya dalam waktu kurang dari 5 menit. dan tidak ada keharusan buat bapak untuk menyetujui penawaran ini.” Namun di ujung kalimat, akan selalu diakhiri dengan perkataan “jadi bapak, apakah bisa kami bantu untuk mengaktifkan program ini ?” ghhyyaaaaaaaa …
Baik, skrg kita kembali fokus ke judul postingan ini. Awalnya, adik kelas saya semasa kuliah, menawarkan sebuah produk asuransi yg biasa dikenal dengan sebutan UnitLink. Isinya adalah asuransi dan investasi. Maksudnya, selain mendapat benefit rawat inap juga akan mendapat sejumlah uang atas investasi yang dilakukan. Beberapa hari kemudian, teman sekantor istri saya juga menawarkan produk asuransi. Ternyata, mereka menawarkan produk dari perusahaan asuransi yg sama.
Karena penasaran, saya minta dibuatkan ilustrasi dengan premi sebesar Rp 500rb per bulan. Dan hasilnya berbeda. Adik kelas saya –sebut saja Agen A– memberikan porsi rawat inap sebesar Rp 250rb per hari, sedang teman sekantor istri saya –sebut saja Agen B– memberikan benefit Rp 350rb. Wah .. koq berbeda ya ?
Setelah saya pelajari kedua proposal tersebut, perbedaan terletak pada porsi premi asuransi dan investasi. Agen A memasukkan angka Rp 150rb, sedang Agen B di angka Rp 250rb. Itulah yg membuat perbedaan besaran benefit rawat inap yg saya dapatkan. Saya lantas bertanya kepada Agen B, apakah bisa dg premi yg diperkecil, namun saya bisa mendapatkan benefit rawat inap yg lebih banyak. jawabannya adalah BISA ! … ternyata dia menawarkan asuransi kesehatan murni tanpa embel2 investasi.
Respon saya saat itu adalah, “wah .. saya rugi donk. uang saya hilang bila saya tidak mengajukan claim.” Itu sebab, Agen B menyarankan saya untuk memilih UnitLink, karena premi yg saya bayarkan tidak hilang, malah bisa memberikan keuntungan di akhir polis. pertanyaannya adalah, bila saya pisahkan antara asuransi dengan investasi, apakah juga bisa memberikan porsi keuntungan yg lebih besar. dan ternyata jawabannya juga bisa bahkan lebih.
Dan pertanyaan saya mendapat jawaban, beberapa hari kemudian, telemarketing salah satu kartu kredit menawarkan asuransi kesehatan murni dengan memotong saldo kartu kredit per bulan. benefit yg diperoleh sebesar Rp 250rb, namun itu bukan untuk 1 orang. Dengan premi tak sampai Rp 150rb per bulan, kedua anak saya bisa mendapatkan benefit rawat inap masing2 Rp 250rb per hari. Wah … murah sekaleeeee … ! Uang saya juga akan hilang ? ya gak masalah, toh di asuransi UnitLink, porsi preminya juga akan hangus bila tidak ada claim.
Nah, bila saya punya budget Rp 500rb per bulan, setelah dipotong premi asuransi sebut saja Rp 150rb, skrg bagaimana menginvestasikan sisa dana sebesar Rp 350rb. Jawabannya adalah REKSADANA. Dan kebetulan lagi, saat di kantor, saya melihat boss saya sedang membuka salah satu situs bank asing yang menjadi agen reksadana online. Dan, bank tersebut menawarkan investasi reksadana dengan porsi yg murah meriah. Cukup dengan Rp 100rb per bulan, kita sudah bisa punya investasi. Dan saya punya dana Rp 350rb yg siap diinvestasikan!!! Bila itu saya investasikan di reksadana, tentu hasilnya lebih banyak dibandingkan dengan pola investasi di UnitLink.