Archive for June, 2009

Prosedur Pindah Sekolah

Monday, June 29th, 2009

Nomor Induk Siswa NasionalTerus terang, saya benar-benar bingung mengenai mekanisme mengurus perpindahan sekolah dari satu sekolah dasar ke sekolah dasar lainnya di wilayah Kota Palembang. Bila prosedurnya jelas, tentu akan mempersingkat waktu dan bisa mengerjakan urusan lain. Jadi tidak bolak-balik ke sana kemari hanya untuk satu perkara.

Saya juga tidak tahu mengapa mekanisme yang seharusnya sudah baku itu membuat saya selaku orang tua murid dan juga masyarakat lain yang juga mengalami kejadian ini menjadi seperti di pingpong ke sana kemari. Seharusnya, Dinas Pendidikan atau instansi yang berwenang mengurusi hal tersebut memberikan acuan atau aturan yang jelas ke setiap sekolah dasar dan itu diinformasikan kepada orang tua murid. Bila aturannya sudah lengkap dan jelas, tentu operator yang melaksanakannya juga diharapkan mengikuti prosedur yang berlaku.

Jadi ceritanya begini. Bagas, anak saya yang paling tua hendak pindah sekolah dari SD IBA ke SD Pusri. Untuk itu saya pergi ke SD Pusri terlebih dahulu untuk memastikan apakah masih ada tempat dan sekaligus menanyakan persyaratan apa saja yang harus saya siapkan supaya bisa diterima di sekolah tersebut. Lalu, saya diminta membayar sejumlah uang administrasi juga membawa raport, surat pindah, NISN (Nomor Induk Siswa nasional), validasi (dari instansi terkait), dan akte kelahiran.

Sewaktu saya menanyakan apakah ada persyaratan lain yang harus saya lengkapi atau ada prosedur lain yang harus saya lalui, pihak SD Pusri menyatakan bahwa semua sudah cukup. Artinya, bila saya telah membayar uang pendaftaran serta membawa sejumlah berkas yang diminta, maka Bagas dipastikan akan bisa bersekolah di SD Pusri. Selanjutnya, saya menuju ke SD IBA untuk melengkapi sejumlah berkas yang diminta. Nah … persoalan dimulai ketika saya tiba di Dinas Pendidikan Kota Palembang. Ketika menyerahkan berkas dari SD IBA untuk divalidasi, pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang mengatakan bahwa saya harus membawa SURAT REKOMENDASI dari SD yang dituju. Wah … !!!

Pertanyaan yang sama juga terjadi pada sejumlah orang tua murid yang saat itu juga mengurus perpindahan sekolah anak-anak mereka. Umumnya, para orang tua murid tidak mengetahui bila diharuskan membawa SURAT REKOMENDASI dari sekolah yang dituju. Padahal, mereka sudah dari sekolah yang dituju dan bahkan sudah membayar uang pendaftaran di sekolah tersebut. Itu artinya anak mereka sudah diterima dan hanya membutuhkan VALIDASI dari instansi terkait.

Nah … hal inilah yang membuat saya bingung. Saya tidak tahu dimana letak kesalahannya namun yang pasti ada yang belum profesional di sini. Bila aturan itu sudah baku, menurut logika saya tentu pihak yang mengeluarkan aturan tersebut sudah mensosialisasikannya dan memberikan edaran kepada setiap sekolah dimaksud. Artinya, bila ada orang tua murid yang menanyakan bagaimana persyaratan pindah sekolah, maka pihak sekolah yang dituju langsung memberikan SURAT REKOMENDASI dimaksud.

Ooo iya, sebetulnya sudah ada prosedur resmi untuk pindah sekolah atau mutasi siswa. Namun entah mengapa belum berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan yang berlaku. Informasi resmi mutasi siswa bisa diakses di halaman ini. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Kota Palembang tidak profesional. Namun saya melihat ada standar operasi yang belum dijalankan sebagaimana mestinya. Tulisan ini dibuat supaya orang tua murid yang juga hendak mengurus perpindahan sekolah anaknya tidak mengalami hal yang sama seperti apa yang sudah saya alami. Bila sudah begini, itu artinya saya harus menyediakan waktu satu hari lagi untuk mengurus hal ini. Dan itu artinya saya harus melakukan penjadwalan ulang aktivitas saya ke depan.

Sriwijaya FC Pertahankan Gelar Copa Indonesia

Monday, June 29th, 2009

copadjisamsoe-isiSriwijaya FC berhasil mempertahankan gelar juara Copa Indonesia 2009. Di partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, SFC Palembang berhasil membungkam Persipura melalui gol yang dibuat oleh Obiora di menit 51 melalui sundulan kepalanya.

Namun sayang, kemenangan Sriwijaya FC kali ini tidak berjalan mulus. Kesebelasan yang dijuluki Mutiara Hitam ini melakukan walk-out setelah sebelumnya terjadi kemelut di dalam area kotak pinalti. Ian Kabes, pemain Persipura “dijatuhkan” Ferry Rotinsulu yang berusaha menyelamatkan gawangnya. Bola liar yang dilesakkan oleh pemain Persipura lainnya diduga mengenai tangan salah seorang pemain belakang Sriwijaya FC.

Ternyata, wasit Purwanto yang memimpin pertandingan tersebut punya pandangan berbeda. Apa yang dilakukan oleh Ferry Rutinsulu tidak dianggap sebagai pelanggaran. Baik wasit Purwanto maupun hakim garis punya kesamaan penilaian. Tentu saja, keputusan wasit Purwanto dianggap Persipura sebagai tindakan berat sebelah yang menguntungkan tuan rumah. Alhasil, pemain Persipura memilih untuk meninggalkan lapangan. Nurdin Halid —Ketua Umum PSSI— bahkan turun tangan langsung untuk “mendamaikan” persoalam tersebut. Namun pemain Persipura bersikeras untuk tetap tidak melanjutkan permainan. Meski sudah menunggu satu jam lebih, pemain Persipura tetap tak bergeming. Mereka menolak untuk melanjutkan permainan. Akhirnya pertandingan resmi dihentikan dan Sriwijaya FC kembali berhasil mempertahankan gelar juara Copa Indonesia.

Dapur Baru Emak

Monday, June 22nd, 2009

Ini soal dapurnya emak alias maknyak. Kini dia bisa lebih sumringah karena mendapat dapur baru. Ujung-ujungnya, makanan dan masakan yang tersajipun bisa bikin hidup lebih hidup. Terbukti, waktu nyampe kemaren sore, ada pempek telok tersaji dengan cantiknya di meja dapur. Sikkaaaaattttttt …

Lah … apa pasal koq bisa dapet dapur baru ?

Ceritanya begini. Dah sebulan ini, ternyata maknyak uring-uringan. Meski baru aja bolak-balik Palembang-Bandung sehabis belanja, tau sendiri kalo dah begitu. Setiap sowan ke rumah maknyak, bawaannya cemberut mulu. Selidik punya selidik, meja pantry di dapur udah mulai bonyok. Persoalannya meja pantry yg terbuat dari kayu dah kalah oleh waktu. Percikan air dari kran membuatnya makin “lunglai” …

Kini semua itu dah berubah. Panci sudah tertata rapi dengan apiknya. Bikin kopi makin mudah. Maknyak makin enak kalo dah bikin malbi. Toaster and Ovens dah gak lagi jadi sekedar panjangan. Kalo mo bikin juice, blender dah siap. Cuma, karena kami bukan orang bule, jadi gak ada wine buat ngerayakan semua itu.

Sekedar berbagi, bila hendak melihat produk rumah tangga yang lengkap namun enggan keluar rumah cukup lihat di toko online. Berbagai produk bisa anda dapatkan mulai dari kitchen and dining, pots and pans, coffee makers,steamers, toaster ovens, blenders, juga wine glasses.

Maaf, Jangan Difoto Terlalu Fokus !

Wednesday, June 17th, 2009

“Maaf, jangan difoto terlalu fokus !”

teh-kotak

Saya kaget mendengar ucapan tersebut. Lah … koq saya gak boleh memotret dengan fokus ? Kalo gak fokus, objek yang saya foto bisa buram donk. Bila buram, tentu penikmat foto akan protes. Apalagi yang mau saya foto ini adalah manusia. Kan gak lucu kalo cuma idungnya doank yg keliatan.

Ooo iya … kejadian itu terjadi saat saya sedang memotret dua wanita penjaga stand (sales promotion girl)  Teh Botol Sosro dalam acara Festival Sriwijaya yang digelar di Dekranas Jakabaring Palembang, Rabu (17/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Yang menyampaikan ucapan itu adalah seorang laki-laki yang mungkin orang yang bertanggung jawab pada stand tersebut. Tentu saya balik bertanya kenapa tidak boleh memotret dengan fokus.

saya: maaf, ada larangan untuk tidak memotret di stand ini ya. kalo iya … maaf saya tidak tahu.
staf: oo bukan. bukan tidak boleh. jangan memotret terlalu fokus.

saya: maksudnya tidak fokus ?
staf: jangan memotret kita terlalu dekat. kalo dari jauh boleh.

saya: wah, saya tidak memotret anda koq. yang saya potret dua wanita itu koq.
staf: ya … tidak boleh memotret terlalu dekat.

karena gak mau memperpanjang persoalan tersebut, saya memutuskan menjauhi tempat tersebut. Pertimbangan saya, dua wanita yang saya potret bisa jadi hanya dikontrak sebagai penjaga stand selama acara tersebut berlangsung. Bila saya terlalu ngotot, bisa jadi kontrak dua wanita tersebut tidak diteruskan alias diberhentikan. Nah, kalo itu yang terjadi, tentu saya sangat merasa berdosa sekali. Takutnya, gara-gara saya potret bisa hilang pekerjaan mereka.

Cuma, sewaktu menjauhi stand tersebut, benak saya bertanya-tanya. Kenapa ya orang itu melarang saya memotret dua wanita itu dari jarak dekat. Sedangkan sewaktu saya memotret display produk di stand tersebut tidak begitu dihiraukan. Saya kan lagi menggunakan kamera pocket Sony Cybershot DSC-S730 yang kemampuannya sangat terbatas. Kalo gak dari jarak dekat, bisa rusak hasil fotonya. Aaaaaa … andai saya punya Sony A200 dengan lensa 75-300mm, tentu kejadian tadi gak perlu ada. Bahkan yang dipotret gak sadar kalo senyum manisnya sedang diabadikan.

Penasaran kan mana objek yang saya foto. Sengaja tidak saya tarok di sini. Anda bisa melihat perbedaan ekspresi mereka saat saya ambil secara candid dan setelah mereka tahu kalo difoto. Dan ini foto dua wanita dimaksud setelah saya lebih dekat dengan mereka. Sepeninggal saya, tak tahu apakah mereka masih menyisakan sedikit senyum atau malah balik lagi seperti di foto pertama. Bisa jadi, mereka merasa sangat kecewa karena sesi untuk bergembira begitu cepat berlalu. Mungkin …

Mari Bersyukur …

Tuesday, June 16th, 2009

Hingga detik ini, otak saya masih waras. Meski masih juga punya pikiran yang gak bener, tapi paling tidak itu tidak berujung ke perbuatan. Cuma … tetap saja pikiran itu membuat kepala sakit. Jadi rugi sendiri dah … Soale … kalo kepala dah berat, pekerjaan laen juga bisa tertunda. Dan ujung-ujungnya jadi malas … rugi dah … !

color

Saya juga masih punya kaki dan tangan yang kuat. Jantung saya masih normal. Tidak berdebar melebihi debaran yang seharusnya. Tekanan darah di tubuh saya tidak tinggi juga tidak rendah. Kencing juga masih normal tidak dikerubuti semut … Wajah saya meski gak ganteng2 amat tapi licin, bersih, dan terawat.

Saat ini, tidak tidur di bawah kolong jembatan. Masih ada kasur yang empuk. Meski gak punya AC karena tegangan listrik gak cukup tapi ada kipas angin. Kalo lagi sumpek, masih bisa nonton TV 29 inch. Kemana-mana ada kendaraan yang siap ditunggangi. Dan yang pasti masih bisa nge-blog pake Compaq Presario V3908 dengan RAM 2GB sambil menyeruput secangkir kopi panas dan sepiring mie goreng  … haallaaahhhhh …

Dan kehidupan itu memang penuh warna. Semua kita berbagi peranan. Bahkan kita bisa bertukar peran. Pada gilirannya, ada orang lain yang juga memainkan peran tersebut. Ada yang merasa cocok dengan peran yg saat ini sedang dimainkan, namun tak sedikit yang merasa sedih dan tersiksa. Sebab itu, syukuri dan nikmatilah peran yg saat ini sedang kita mainkan.